Seorang lelaki tua mengaku sebagai pembunuhku dan nyaris setiap hari mengumbar penyesalan. Pak Tua melakukan apa saja untuk membuatku tampak masih hidup. Ia mengawetkan mayatku dan meletakkanku di jok belakang mobil, membelikanku baju-baju, buku-buku, dan mainan terbaru. Kami berkeliling dengan jok belakang yang semakin penuh. Tapi sebuah pertanyaan menggenangi kepalaku semenjak aku menjadi han…